jump to navigation

“PERKEMBANGAN EMOSI AUD” November 20, 2012

Posted by Neni Juniarti in Tugas Permainan Komputer.
trackback

imagessi

MAKALAH

PSIKOLOG PERKEMBANGAN AUD II

Tentang

“PERKEMBANGAN EMOSI AUD”

Gambar

DISUSUN OLEH:

NENI YUNIARTI  (54380)

 

PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

  UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2012

PERKEMBANGAN EMOSI AUD

  1. 1.      Hakikat Perkembangan Emosi

Kata emosi berasal dari bahasa latin, yaitu emovere, yang berarti bergerak menjauh. Arti kata ini menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi. Menurut Daniel Goleman (2002 : 411) emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. Biasanya emosi merupakan reaksi terhadap rangsangan dari luar dan dalam diri individu.

Emosi berkaitan dengan perubahan fisiologis dan berbagai pikiran. Jadi, emosi merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia, karena emosi dapat merupakan motivator perilaku dalam arti meningkatkan, tapi juga dapat mengganggu perilaku intensional manusia (Prawitasari,1995)

Pertumbuhan dan perkembangan emosi, seperti juga pada tingkah laku lainnya, ditentukan oleh proses pematangan dan proses belajar. Seorang bayi yang baru lahir sudah dapat menangis, tetapi ia hampir mencapai tingkat kematangan tertentu sebelum ia dapat tertawa. Kalau anak itu sudah lebih besar, maka ia akan belajar bahwa menangis dan tertawa dapat digunakan untuk maksud-maksud tertentu pada situasi-situasi tertentu. Pada bayi yang baru lahir, satu-satunya emosi yang nyata adalah kegelisahan yang nampak sebagai ketidaksenangan dalam baru menangis dan merontak.

Perbedaan antara perasaan dan emosi tidak dapat dinyatakan dengan tegas, karena keduanya merupakan suatu kelangsungan kualitatif yang tidak jelas batasnya. Pada suatu saat tertentu, suatu warna efektif dapat dikatakan sebagai perasaan, tetapi juga dapat dikatakan sebagai emosi. Jadi, sukar sekali kita mendefinisikan emosi.

Beberapa tokoh mengemukakan tentang macam-macam emosi, antara lain Descrates. Menurut Descrates, emosi terbagi atas : Desire (hasrat), hate (benci), Sorrow (sedih/duka), Wonder (heran), Love (cinta) dan Joy (kegembiraan). Sedangkan JB Watson mengemukakan tiga macam emosi, yaitu : fear (ketakutan), Rage(kemarahan), Love (cinta).

  1. 2.      JENIS-JENIS EMOSI
  • Emosi Sensoris

Emosi Sensoris  yaitu emosi yang ditimbulkan oleh rangsangan dari luar terhadap tubuh, seperti rasa dingin, manis, sakit, lelah, kenyang dan lapar.

  • Emosi Psikis , yaitu emosi yang mempunyai alasan –alasan kejiwa.

Emosi Psikis Dibagi Menjadi Lima Kelompok Yaitu ;

  • Perasaan Intelektual

yaitu yang mempunyai sangkut paut dengan ruang lingkup kebenaran.Perasaan ini diwujudkan dalam bentuk :rasa yakin dan tidak yakin terhadap suatu hasil karya ilmiah,rasa gembira karena mendapat suatu kebenara, rasa puas karena dapat menyelesaikan persoalan –persoalan ilmiah yang harus dipecahkan.

  • Perasaan Sosial

 yaitu perasaan yang menyangkut hubungan dengan orang lain, baik bersifat perorangan maupun kelompok.Wujud perasaan ini seperti rasa solidaritas, persaudaraan ( ukhuwah), Simpati, .kasih sayang, dan sebagainya

  • Perasaan Susila

yaitu perasaan yang berhubungan dengan nilai –nilai baik dan buruk atau etika ( moral ).

Contohnyarasa tanggung jawab ( responsibility), rasa bersalah apabila melanggar norma, rasa tentram dalam mentaati norma

  • Perasaan Keindahan ( estetis ) yaitu perasaan yang berkaitan erat dengan keindahan dari sesuatu, baik bersifat kebendaan ataupun kerohanian
  • Perasaan Ketuhanan

yaitu merupakan kelebihan manusia sebagai makluk Tuhan, dianugrahi fitrah ( kemampuan atau perasaan ) untuk mengenal; Tuhannya.Dengan kata lain, manusia dianugerahi insting religius ( naluri beragama ).Karena memiliki fitrah ini, maka manusia di juluki sebagai “ Homo Divinans“ dan “ Homo Religius“ atau makluk yang berke-Tuhan-an atau makluk beragama.

 

  1. 3.      INTENSITAS EMOSI

Intensitas emosional di antara sifat-sifat  paling dasar kita adalah kepribadian. Bayi yang baru lahir bervariasi secara signifikan pada kualitas penting. Pada bayi yang baru lahir selalu mengalami tangisan. Dalam beberapa bulan pertama masa bayi, emosi kesenangan, kesedihan, kejutan, jijik,kegembiraan, kemarahan, dan ketakutan.

Berdasarkan Tingkatan emosi, ada  Tiga reaksi emosi yang paling kuat adalah rasa marah, kaku, dan takut, yang terjadi akibat dari peristiwa – peristiwa eksternal maupun proses tak langsung. Reaksi tersebut dapat tercermin dalam individu yang meningkatkan aktivitas kelenjar tertentu dan mengubah temperature tubuh. Reaksi umumnya berkurang sesuai proporsi kematangan individu.  Tingkat perkembangan emosi tidak terlepas dari tingkat kestabilan emosi seseorang yang meliputi:

a. Emosi stabil

Pada seseorang yang mempunyai emosi stabil mempunyai kecenderungan percaya diri, cermat, kukuh. Mereka selaulu menjaga pikiran walaupun dalam keadaan kritis, sedangkan orang-orang di sekitarnya kehilangan kendali.

b. Emosi stabil rata-rata

Seseorang yang mempunyai derajat rata-rata tingkat emosional mempunyai kecenderungan emosi keseimbangan yang baik, sabar, tak memihak, berkepala dingin. Mereka tidak kebal atas rasa khawatir dan terkadang menunjukkan emosi yang aneh, namun ini adalah pengecualian daripada kebiasaan.

c. Emosi labil

Seseorang yang mempunyai emosi yang labil, tergesa-gesa, bernafsu, sentimental, mudah tergugah, khawatir dan bimbang. Mereka mungkin agaknya tertekan oleh kehidupan, hal ini membuat mereka mudah terkena hal-hal negatif dan positif, sekaligus kerap dipengaruhi oleh tragedi dan kesenangan serta tidak ada upaya untuk bereaksi mengatasi peristiwa-peristiwa tersebut dalam hidup (Wijaya, 2004).

  1. 4.      BENTUK-BENTUK EKSPRESI EMOSI AUD

Adapun bentuk-bentuk ekspresi emosi yang di rasakan anak usia dini  yaitu sebagai berikut:

  1. Rasa takut

Takut yaitu perasaan terancam oleh suatu objek yang membahayakan. Rasa takut terhadap sesuatu berlangsung melalui tahapan:

  • Mula-mula tidak takut, karena anak belum sanggup melihatkemungkinan yang terdapat pada objek
  • Timbulnya rasa takut setelah mengenal bahaya
  • Rasa takut bias hilang kembali setelah mengetahui cara-cara menghindari bahaya.
  1. Rasa malu

Rasa malu merupakan bentuk ketakutan yang ditandai oleh penarikan diri dari hubungan dengan orang lain yang tidak dikenal atau tidak sering berjumpa

  1. Rasa canggung

Seperti halnya rasa malu, rasa canggung adalah reaksi takut terhadap manusia, bukan ada obyek atau situasi. Rasa canggung berbeda dengan rasa malu dalam hal bahwa kecanggungan tidak disebabkan oleh adanya orang yang tidak dikenal atau orang yang sudah dikenal yang memakaai pakaian tidak seperti biasanya, tetapi lebih disebabkan oleh keraguan-raguan tentang penilaian orang lain terhadap prilaku atau diri seseorang. Oleh karena itu, rasa canggung merupakan keadaan khawatir yang menyangkut kesadaran-diri (selfconscious distress)

  1. Rasa khawatir

Rasa khawatir biasanya dijelaskan sebagai khayalan ketakutan atau gelisah tanpa alasan. Tidak seperti ketakutan yang nyata, rasa khawatir tidak langsung ditimbulkan oleh rangsangan dalam lingkungan tetapi merupakan produk pikiran anak itu sendiri. Rasa khawatir timbul karena karena membayangkan situasi berbahaya yang mungkin akan meningkat. Kekhawatiran adalah normal pada masa kanak-kanak, bahkan pada anak-anak yang penyesuaiannya paling baik sekalipun.

  1. Rasa cemas

Rasa cemas ialah keadaan mental yang tidak enak berkenaan dengan sakit yang mengancam atau yang dibayangkan. Rasa cemas ditandai oleh kekhwatiran, ketidakenakan, dan merasa yang tidak baik yang tidak dapat dihindari oleh seseorang; disertai dengan perasaan tidak berdaya karena merasa menemui jalan buntu; dan di sertai pula dengan ketidakmampuan menemukan pemecahan masalah yang  dicapai.

  1. Rasa marah

Rasa marah adalah ekspresi yang lebih sering diungkapkan pada masa kanak-kanak jika dibandingkan dengan rasa takut. Alasannya ialah karena rangsangan yang menimbulkan rasa marah lebih banyak, dan pada usia yang dini anak-anak mengetahui bahwa kemarahan merupakan cara yang efektif untuk memperoleh perhatian atau memenuhi keinginan mereka.

  1. Rasa cemburu

Rasa cemburu adalah reaksi normal terhadap kehilangan kasih sayang yang nyata, dibayangkan, atau ancaman kehilangan kasih sayang.

  1. Duka cita

Duka cita adalah trauma psikis, suatu kesengsaraan emosional yang disebabkan oleh hilangnya sesuatu yang dicintai.

  1. Keingintahuan

Rangsangan yang menimbulkan keingintahuan anak-anak sangat banyak. Anak-anak menaruh minat terhadap segala sesuatu di lingkungan mereka, termasuk diri sendiri.

  1. Kegembiraan

Kegembiraan adalah emosi yang menyenangkan yang juga dikenal dengan keriangan, kesenangan, atau kebahagian. Setiap anak berbeda-beda intensitas kegembiraan dan jumlah kegembiraannya serta cara mengepresikannya sampai batas-batas tertentu dapat diramalkan. Sebagai contoh ada kecenderungan umur yang dapat diramalkan, yaitu anak-anak yang lebih muda merasa gembira dalam bentuk yang lebih menyolok dari pada anak-anak yang lebih tua.

 

  1. 5.      Peranan bermain dalam penyaluran emosi AUD

Permainan dalam duia anak usia dini sangat erat kaitannya dengan emosi anak, dalam bermain anak akan mengalami beragam macam bentuk emosi misalnya rasa takut, marah, sedih, canggung, cemas,  khawatir,  cemburu, dan sebagainya.  Kita ketahui bahwa dunia anak adalah dunia bermain.

DAFTAR PUSTAKA

Syaodih,nana dan moh. Surya.1978. pengantar psikologi. Bandung: IKIP

B. hurlock elizabet.1978. Perkembangan anak. Erlangga

http://id.innerself.com/content/relationships/communication/6017-emotional-intensity-by-edward-hoffman-phd-a-marcella-bakur-weiner-phd.html

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • animasi  bergerak gif
  • %d blogger menyukai ini: