jump to navigation

PSIKOLOGI PERKEMBANGAN AUD II “PENGEMBANGAN EMPATI AUD DI SEKOLAH “ November 20, 2012

Posted by Neni Juniarti in Tugas Permainan Komputer.
trackback

imagesee

MAKALAH

 “PENGEMBANGAN EMPATI AUD DI SEKOLAH “

Gambar

 

OLEH:

NENI YUNIARTI (54380)

 

 

PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2012

 

PENGEMBANGAN EMPATI AUD DI SEKOLAH

  1. 1.       HAKEKAT EMPATI

Empati merupakan suatu konsep sosial yang perlu dikenal secara luas kepada para pendidik karena memiliki peranan esensial dalam pengembangan sosial.  Empati adalah kemampuan untuk menunjukkan perhatian terhadap perasaan dan pikiran orang lain. Pemberian empati dapat dalam bentuk respon yang di tujukan kepada suasana emosi dan terhadap pikiran orang lain.

Pada pra sekolah (sekitar usia 4-5 tahun) anak-anak yang agresif dan perusuh menunjukkan rasa peduli yang sama dengan teman-teman mereka. Beberapa tahun kemudian anak-anak dengan masalah perilaku baru menunjukkan kepedulian yang kurang terhadap si orang dewasa yang terluka.Empati  sangat penting dikembangkan pada anak sejak usia dini, termasuk anak usia Taman Kanak-kanak, berkaitan dengan adanya fenomena dalam kehidupan saat ini yang mengkhawatirkan untuk perkembangan anak-anak. Agar anak dapat diharapkan berperilaku sesuai harapan yang disetujui masyarakat. Merupakan proses panjang dan lama serta berlanjut hingga sampai usia masa remaja. Mengembangkan empati untuk anak usia Taman Kanak-kanak di sekolah atau lembaga, tidak mudah karena banyak faktor yang mempengaruhinya dan harus betul-betul mencari upaya yang sesuai  dengan perkembangannya.

Ada beberapa pengertian  empati menurut para ahli yaitu sebagai berikut:

  1. Hurlock  (1988:269)

Mengemukakan bahwa empati adalah kemampuan untuk menempatkan diri sendiri dalam keadaan psikologis orang lain dan untuk melihat suatu situasi dari sudut pandang orang lain.

  1. Prayoitno (1987:46)

Mengemukakan bahwa empati pada dasarnya merngerti dan dapat merasakan perasaan orang lain.

  1. Pratiwi ,dkk (1997)
  2. Empati merupakan kemampuan untuk merasakan kesulitan atau penderitaan orang lain termasuk kesangupan memahami perasaan atau keinginan menolong orang lain.
  3. Monks, knoers, haditono(1994)

Mengemukakan bahwa empati pada dasarnya mampu menempatkan diri dalam posisi orang lain.

Pada dasarnya setiap anak sudah memiliki kepekaan (empati) masing-masing pada dirinya, hanya hal tersebut tergantung bagaimana cara si anak maupun orangtua mengasahnya. Dengan demikian, terbentuk karakter yang baik. Oleh karena itu, orangtua ataupun guru sangat dianjurkan untuk menanamkan sifat empati kepada anak. Bibit empati sebenarnya sudah terlihat sejak si bayi lahir. Orangtua mungkin pernah melihat dua orang bayi di dalam satu ruangan. Ketika salah satunya mulai menangis, bayi yang lain seolah-olah terdorong untuk bereaksi sama. Ini menunjukkan empati, meski masih dalam bentuk yang paling dasar. Mereka mampu berbagi emosi dengan orang lain. Saat menjelang usia satu tahun bentuk empati itu semakinnyata.

  1. 2.      TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN EMPATI AUD

Empati sebagai kemampuan untuk manusia telah tampak sejak awal kehidupan. Potensi ini akan berkembang sejalan dengan peningkatan usia anak melalui lingkungan. Perkembangan empati anak perlu mendapatkan stimulasi sesuai perkembangannya. Contohnya saja bayi baru lahir merespon tangis bayi lain dengan menangis sendiri. ( oatley da jennkins, 1996 ). Tangis yang ditampilkan merupakan respon empati dasar untuk perkembangan empati mereka lebih lanjut. Empati ini disebut Empati global (hoffiman, dalam Oatley and Jennkins, 1996) : Shapiro, 1997 dan Pratiwi, dkk.1997 ).

Tahap – tahap perkembangan empati berlangsung sekitar usia satu sampai dua tahun. Pada usia ini anak sudah mulai menyadari kesusahan orang lain namun mereka mereaksikan sebagai kesusahan diri mereka sendiri. Di usia tiga sampai empat tahun anak sudah mulai menunjukkan perasaan empati dan mengerti  terhadap anak lain dan orang dewasa ( Curtis, 1998 : 40 ). Disisi lain Borke mengatakan bahwa anak usia tiga tahun dapat mengerti perasaan orang lain  dan semua anak usia lima tahun dapat menunjukkan gambar orang dewasa dan anak dalam situasi yang sulit.

  1. 3.      USAHA-USAHA SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN EMPATI PADA AUD

Sekolah mulai dari tingkat yang paling rendah sampai tingkat paling tinggi harus berperan sebagai agen pengembangan empati anak yang petut di teladani oleh lembaga pendidikan lain.  Empati  sangat penting dikembangkan pada anak sejak usia dini, termasuk anak usia Taman Kanak-kanak, berkaitan dengan adanya fenomena dalam kehidupan saat ini yang mengkhawatirkan untuk perkembangan anak-anak. Agar anak dapat diharapkan berperilaku sesuai harapan yang disetujui masyarakat. Merupakan proses panjang dan lama serta berlanjut hingga sampai usia masa remaja.

Mengembangkan empati untuk anak usia Taman Kanak-kanak di sekolah atau lembaga, tidak mudah karena banyak faktor yang mempengaruhinya dan harus betul-betul mencari upaya yang sesuai  dengan perkembangannya. Berdasarkan permasalahan diatas, penulisan difokuskan untuk mengimpementasikan metode bercerita dalam mengembangkan empati anak usia Taman Kanak-kanak, sehingga anak memiliki empati seperti yang diharapkan oleh lingkungan masyarakatnya.

Berbagai upaya yang dilakukan oleh guru dalam mengembangkan empati di sekolah diantaranya dengan bercerita, bernyanyi, bersajak, dan berkarya wisata, tetapi disesuaikan dengan tema yang terdapat dalam kurikulum pembelajaran sebagai panduan guru menyampaikan pembelajaran di Taman Kanak-kanak. Sehingga pengembangan empati untuk anak usia Taman Kanak-kanak berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan dan selanjutnya upaya-upaya lain dapat dipergunakan untuk meningkatkan motivasi pengembangan empati untuk anak usia Taman Kanak-kanak.

Beberapa usaha yang dapat di lakukan sekolah untuk pengembangan empati anak adalah sebagai berikut :

  1. Sekolah memberikan kesempatan kepada anak untuk menunjukkan kepedulian kepada orang lain, bentuk kepribadian anak yang perlu di stimulasi sekolah adalah membantu orang lain yang mengalami kesulitan, bersedekah kepada orang lain, menunjukkan perhatian terhadap kesulitan orang lain, menjenguk teman yang sedang sakit, menjenguk keluarga dan tetangga yang mendapat musibah dan menghibur orang lain yang kemalangan. Cara lain yang di anjur kan adalah melibat kan anak dalam berbagai kegiatan social atau kemasyarakatan, seperti bergotong royong untuk membangun tempat ibadah, membersih kan jalan umum dan bekerja di posko bencana alam
  2. Menciptakan suasana emosional yang kondusif di sekolah seperti suasana menghargai, menerima, menyayangi, memperlakukan anak dengan kasihdan membantu atau menghibur anak ketika mereka mengalami kesulitan dengan kasih, suasana kondusif yang tercipta di sekolah kan menimbulkan perasaan di terima, di hargai, di cintai, di sayangi dan pada akhirnya akan mendorong anak untuk menyayangi , mencintai dan menghargai orang lain
  3. Sekolah mengembangkan kegiatan bermain peran untuk anak tentang tingkah laku social seperti bermain peran untuk anak tentang tingkah laku social seperti bermain peran sebagai dokter, perawat dan pekerja social. Bermain peran merupakan salah satu cara untuk mengembangkan empati anak dan mendorong anak untuk mengkopi perasaan emosional orang lain dengan kuat, melalui peran yang di mainkan anak mereka dapat belajar menghargai dan menyayangi orang lain
  4. Sekolah secara khusus personil sekolah menyediakna modal perilaku social yang positif. Bentuk perilaku social yang perlu di modali sekolah, misalnya guru menyampaikan perilaku yang suka membantu orang lain, menghormati orang lain, memperlaku kan orang lain di  depan anak dengan kasih sayang , menganjurkan untuk pengembangan empati anak dengan mengajari anak untuk elakukan perbuatan baik secara acak
  5. Memberikan penguatan respons, empati yang di tunjukkan anak kepada orang lain. Pemberian penguatan ini penting melakukan respon tingkah laku yang di beri penguatan akan cenderung di ulangi anak pada akhir nya menjadi tingkah laku anak sendiri.
  6. Sekolah menyedia kan berbagai sarana atau media yang mendorong empati anak seperti buku-buku, film-film bertema social, kegiatan keagamaan, wirid pengajian, shalat berjamaah di sekolah, diskusi-diskusi bertema social dan latihan dan respon permasalahan atau kesulitan orang lain secara positif
  7. Sekolah mengadakan secara berkala lomba mengarang yang bertema kasih saying terhadap orang lain, melalui lomba seperti itu akan mendorong anak memusat kan perhatian dan kasih saying kepada orang lain
  8. Bagi anak yang masih kecil dapat di lakukan dengan membaca cerita-cerita dan bercerita dengan anak dengan tema kasih saying dan kemudian meminta anak bercerita yang bertema sosial

Anak-anak usia 2-3 tahun masih egosentris, namun bukan berarti mereka tidak bisa berempati. 10 cara untuk mengembangkan empati anak Anda:

  • Bermain Bersama

Di usia 2-3 tahun, anak mulai berminat pada permainan simbolik dan khayalan. Kembangkan imajinasi sedemikian rupa saat bermain bersamanya. Misalnya, Anda bisa berpura-pura sakit dan biarkan si kecil mengurus Anda.

  • Membantu Tugas Rumahtangga

Anak umur 2 tahun bisa mulai membantu mengerjakan pekerjaan ringan yang bermanfaat di rumah. Bila Anda memujinya, dengan senang hati ia melakukan untuk Anda.Sikap mau membantu dengan sukarela berkembang dengan sendirinya jika ia terbiasa ringan tangan sedari kecil. Ini adalah awal yang baik baginya untuk memahami pekerjaan orang lain.

  • Membacakan Cerita

Jadikanlah mendongeng sebagai aktivitas harian Anda bersama si kecil. Membacakan cerita sambil mengobrol hal-hal penting yang terjadi hari itu merupakan kesempatan untuk mengajarinya berempati lewat tokoh cerita.

  • ·         Belajar Berteman

Bertengkar itu biasa bagi anak balita. Tugas Anda memantau situasi dengan bijak. Kata maupun tindakan mereka memang sangat mementingkan diri sendiri. Dengan lembut dan positif, membagikan gagasan agar mereka mau tulus berbagi dan menikmati sesuatu bersama orang lain.

  • Menonton TV atau DVD

Program TV atau film kartun yang sudah Anda pilih hati-hati dapat merangsang imajinasi si kecil akan nilai-nilai empati. Pendampingan Anda sekaligus dapat menelurkan aktivitas yang membangun.

  • Berbelanja Hadiah

Ajaklah anak berbelanja dan ikut memilih kado untuk kakak atau temannya. Atau, tolonglah ia membuat sendiri pekerjaan tangan sederhana sebagai hadiah. Katakan bahwa karyanya merupakan suatu pemberian yang tak ternilai harganya untuk diberikan kepada orang lain.Membicarakan tentang bagaimana kasih sayang Anda terhadap keluarga atau teman akan menumbuhkan pula rasa cinta dan perhatiannya yang tulus pada mereka.

  • Menjenguk Orang Sakit

Jika penyakit teman atau famili tidak parah atau menular, boleh saja Anda mengajak si kecil ikut menjenguk.Membawa buah tangan bagi nenek yang sakit, atau memberikan hiburan di saat teman si kecil sakit atau menangis sedih, melibatkan rasa turut prihatin di dalam dadanya. Kelak, ia pun peka atas penderitaan orang yang sedang sakit.

  • Dekat dengan Tuhan

Membiasakan si kecil dengan aktivitas keagamaan menumbuhkan kepercayaannya pada Sang Pencipta. Iman yang dibina sedari kecil tak pelak lagi akan memberinya landasan untuk saling mengasihi sesama. Inilah tiang utama yang tak bisa ditawar agar si kecil mampu menumbuhkan kepeduliaannya terhadap orang lain.

  • Memelihara Hewan atau Tanaman

Memiliki seekor hewan peliharaan berarti harus mampu memberikan rasa nyaman pada anak. Bagaimana si kecil belajar bertanggung jawab memberi makan dan minum hewan peliharaannya adalah cara untuk belajar mengelola empatinya kelak.Termasuk hobinya bercocok tanam. Berbicara dengan tanaman, memberinya pupuk dan tak lupa rutin menyiraminya, adalah langkah pembelajaran empati yang bisa diterapkan kepada si kecil.

  • Tahu Berterimakasih

Tampaknya sepele tapi ajaib sekali makna kata ‘maaf’, ‘terimakasih’ dan ‘tolong’. Membiasakan anak sedari dini mengucapkannya akan membuatnya tumbuh menjadi anak yang kemampuannya memahami orang lain. Apalagi jika ditambah dengan kemampuannya mendengarkan. Tentu ia akan menjadi pribadi yang ramah, hangat dan dihornati orang lain.

  • Jadilah Panutan Anak

Tak peduli si kecil sudah mengerti sepenuhnya atau tidak, namun Anda bisa membagikan berita koran atau TV padanya. Cerita duka anak yang busung lapar, kehilangan orangtua dan rumah saat gempa atau banjir hebat melanda, atau banyaknya teman-teman di negeri ini yang tak dapat sekolah karena tak punya biaya, akan menggugah empatinya. Apalagi jika Anda mengajaknya berbagi mainan atau pakaiannya pada para korban. Tentu, Anda sendiri harus jadi panutan utama baginya.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • animasi  bergerak gif
  • %d blogger menyukai ini: